Tuesday, November 27, 2012

Telaah PAI Sejarah Kebudayaan Islam (kelas 5 & 6)



BAB I
PENDAHULUAN

a.      Latar Belakang
Rumusan tujuan pendidikan Islam sangatlah relevan dengan rumusan tujuan Pendidikan Nasional. Rumusan tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yakni manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, dan mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah terdiri atas empat mata pelajaran, yaitu : Al-qur’an Hadis, Aqidah akhlak, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Masing-masing mata pelajaran tersebut pada dasarnya saling terkait, isi mengisi, dan melengkapi. Dengan adanya mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam diharapkan para siswa dapat memahami dengan seksama tentang perjalanan agama islam  mulai dari kelahiran Rosulullah hingga setelah wafatnya Rosulullah.

b.      Rumusan Masalah
  1. Bagaimana Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada Madrasah Ibtidaiyah?
  2. Apa Tujuan diadakan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah?
  3. Apa Ruang Lingkup Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah?
  4. Bagaimana Keterkaitan materi kelas 5 dan 6 ?

c.       Tujuan
Dalam menyusun makalah ini tentunya ada tujuan yang dicapai untuk sebuah keberhasilan. Adapun tujuan makalah ini adalah sebagai berikut :
  1. Dapat menjelaskan tentang Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada Madrasah Ibtidaiyah.
  2. Dapat menjelaskan Tujuan Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.
  3. Dapat menjelaskan Ruang Lingkup Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.
  4. Dapat menjelaskan Analisis Terhadap Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah
  5. Dapat menjelaskan keterkaitan materi antara kelas 5 dan 6.

d.      Manfaat.
Manfaat dari makalah ini diharapkan tidak hanya bagi penyusun makalah saja namun juga bagi pembaca.
1.      Manfaat bagi pembaca : Pembaca dapat mengetahui pengetahuan tentang pelajaran pendidikan agama islam pada umumnya dan lebih khusus tentang mata pelajaran Sejarah Kebudayan Islam dari kelas 5 dan 6 mulai dari :
a.       Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada Madrasah Ibtidaiyah.
b.      Tujuan Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.
c.       Ruang Lingkup Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.
d.      Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah
e.       Analisis Terhadap Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah.
2.      Manfaat bagi penyusunan makalah: Penyusun makalah akan lebih memahami tentang pembahasannya dan dapat dijadikan pengembangan dalam membuat makalah yang lain.

e.       Sistematika Penulisan.
Dalam menulis suatu makalah, kita perlu memperhatikan susunan pada karangan itu sendiri agar dalam menyusunnya dapat terlihat lebih runtut dan sistematis sehingga penyusunan makalah terbentuk dengan adanya sisematika. Dan sistematika dari makalah ini adalah sebagai berikut:


BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan
  4. Manfaat
  5. Sistematika

BAB II LANDASAN TEORI
  1. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.

BAB III PEMBAHASAN : TELAAH PAI “ Sejarah Kebudayaan Islam “
  1. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada Madrasah Ibtidaiyah.
  2. Tujuan Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.
  3. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.
  4. Keterkaitan materi antara kelas 5 dan 6.

BAB IV PENUTUP
  1. Kesimpulan
  2. Saran









BAB II
LANDASAN TEORI

  1. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.

LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 2 TAHUN 2008
TENTANG
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DAN STANDAR ISI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB DI MADRASAH
BAB I
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB
MADRASAH IBTIDAIYAH

Kelas 5

Smt
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Alokasi Waktu
I
1. Mengenal peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw ke Yasrib
1.1 Mengidentifikasi sebab-sebab hijrah Nabi Muhammad saw. Ke Yasrib
1.2 Menceritakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw ke Yasrib.
1.3Mengambil hikmah dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke Yasrib
32 jam pelajaran (16 pertemuan)

2. Memahami keperwiraan Nabi Muhammad saw
2.1 mendeskribsikan upaya yang dilakukan Nabi Muhammad saw. Dalam membina masyarakat Madinah (social, ekonomi, agama, dan pertahanan)
2.2Meneladani keperwiraan Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah

II
3. Mengenal peristiwa Fathu Makkah
3.1 mengidentifikasi sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah
3.2 Menceritakan kronologi peristiwa Fathu Makkah
3.3 Mengambil ibrah dari peristiwa Fathu Makkah
28 jam pelajaran (14 pertemuan)

4. mengidentifikasi peristiwa akhir hayat rosululloh saw
4.1 menceritakan peristiwa-peristiwa diakhir hayat Rasulullah saw.
4.2 Mengambil hikmah dari peristiwa akhir hayat Rasulullah saw.


Materi :
1.1  Mengidentifikasi sebab-sebab hijrah Nabi Muhammad saw. Ke Yasrib
Hijrah merupakan kepindahan Nabi Muhammad saw dari Mekah ke Madinah. Dalam hal ini, hijrah merupakan pengorbanan dengan cara memutuskan hubungan dengan yang paling dekat dan paling dicintai demi tegaknya agama Allah swt. Hal itu dilakukan dengan cara meninggalkan kampong halaman dan menetap di negeri lain.
Sebab-sebab hijrahnya Nabi Muhammad saw ke Yatsrib antara lain:
  1. Nabi Muhammad saw mendapat perlakuan yang buruk dari penduduk Makkah
  2. Peristiwa isra’ mi’raj yang mengandung mandat bagi Nabi Muhammad saw. untuk melakukan hijrah ke Madinah.
1.2  Menceritakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw ke Yasrib.
Melihat kaum muslimin melakukan hijrah ke Madinah, kaum kafir Quraisy menjadi gusar. Mereka menganggap bahwa kaum muslimin akan memiliki kekuatan yang besar jika pergi ke Madinah. Oleh karena itu, mereka mencari cara untuk melenyapkan Nabi Muhammad saw. Akhirnya mereka memutuskan untuk membunuh Nabi Muhammad saw. pada malam hari sebelum berangkat ke Madinah. Akan tetapi, beliau telah diberi tahu oleh Malaikat Jibril mengenai hal itu. Pada malam itu , Nabi Muhammad saw. berjaga-jaga dan bersiap-siap pergi ke Madinah. Nabi Muhammad saw. kemudian menyuruh Ali bin Abi Tholib menempati tempat tidurnya. Ketika orang-orang Quraisy menyerbu rumah Rosulullah, mereka terkejut ketika menjumpai bahwa yang dirumah adalah Ali Bin Abi Tholib. Dengan kesal, orang-orang Quraisy segera menyebarkan algojonya untuk melacak jejak Nabi Muhammad saw. Mereka menjanjikan hadiah seratus ekor unta bagi siapa yang pun yang dapat menangkap Nabi Muhammad saw.
Setelah keluar dari rumahnya, Nabi Muhammad saw. pergi menemui Abu Bakar as-Sidiq untuk pergi ke Madinah. Selanjutnya mereka bersembunyi di gua Tsur selama tiga hari tiga malam. Pada malam keempat, mereka keluar dari gua dan menyewa seorang kafir yang sangat dipercaya, yaitu Abdullah bin Uraiqit. Akhirnya Nabi Muhammad saw. tiba di Quba (dekat Madinah) pada hari senin, 20 September 622 M setelah berjalan selama tujuh hari dan menetap selama empat hari. Beliau juga membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Quba.

1.3  Mengambil hikmah dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke Yasrib
Hikmah yang dapat diambil dari peristiwa hijrah kaum muslimin ke Madinah antara lain:
1.      Kaum muslimin merasa beban penderitaanya berkurang.
2.      Kaum muslimin ertambah keimanannya dengan adanya bukti pertolongan Allah swt.
3.      Hijrah membuka mata kaum kafir Quraisy bahwa tidak semua suku Arab membenci Nabi Muhammad saw dan ajarannya.
4.      Hijrah menunjukkan kepada seluruh bangsa di dunia bahwa Islam merupakan rahmatan lil-alamin.

2.1 Mendeskribsikan upaya yang dilakukan Nabi Muhammad saw. Dalam membina masyarakat Madinah (social, ekonomi, agama, dan pertahanan).

Setelah Nabi Muhammad saw. dan kaum muslimin datang ke Madinah, mereka segera berusaha membangun landasan-landasan utama bagi terbentuknya sebuah masyarakat/negara baru. Beberapa usaha yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. adalah :
1.      Membangun Masjid
Pada masa Nabi Muhammad saw., masjid digunakan sebagai pusat kegiatan peribadatan dan penyelenggaraan pemerintahan.
2.      mempersaudarakan kaum anshor dan muhajirin
3.      Menyusun Dustur (Undang-undang).

2.2        Meneladani keperwiraan Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah.
Berkaitan dengan terbentuknya masyarakat di MAdinah, Nabi Muhammad saw. kemudian menetapkan sebuah dustur atau undang-undang yang dikenal dengan sebutan Piagam Madinah. Adapun ketetapan-ketetapan dalam Piagam Madinah adalah sebagai berikut:
a.       Dengan nama Allah, telah ditetapkan oleh Muhammad, Nabi Allah, bahwa semua orang yang beriman, baik dari suku Quraisy, suku Madinah, maupun dari mana saja, semuanya adalah satu Negara.
b.      Perdamaian dan peperangan akan mengikat semua umat islam.
c.       Orang yahudi yang ikut serta menggabungkan diri dalam Negara Islam akan dilindungi dari semua gangguan, serta mempunyai hak-hak yang sama.
d.      Orang-orang Yahudi bersama umat Islam akan membentuk suatu bangsa campuran dan mereka akan mengamalkan agama mereka sama bebasnya dengan umat islam.
e.       Sekutu orang Yahudi akanmemperoleh keamanan dan kebebasan yang sama.
f.       Sekutu orang Yahudi dan orang-orang islam akan dihormati sebagai penyokong.
g.      Semua umat islam yang sejati akan memandang rendah orang yang berbuat kejahatan dan tidak akan melindunginya, meskipun dia adalah saudara dekatnya.
h.      Orang yang bersalah akan dituntut dan dihukum.
i.        Orang yahudi akan bergabung dengan umat islam dalam mempertahankan kota madinah.

Ditetapkannya Piagam Madinah merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Piagam itu dikemudian hari membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan umat Islam.

3.1 mengidentifikasi sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah
Selama dua tahun perjanjian Hudaibiyah, dakwah islam sudah menjangkau seluruh semenanjung Arab. Dakwah itu juga ternyata mendapat sambutan yang baik. Suku-suku yang paling selatan pun telah menggabungkan diri kedalam islam. Semua itu membuat kedudukan kaum Quarisy makin terpojok. Salah satu isi Perjanjian hudaibiyah menyatakan bahwa semua suku diperbolehkan bersekutu, baik dengan kaum muslimin maupun kaum Quraisy. Berdasarkan hal itu, kaum muslimin bersekutu dengan Bani khuza’ah. Pada masa selanjutnya, keseluruhan Bani Khuza’ah ini masuk islam. Sementara itu kaum Quraisy bersekutu dengan Bani Bakar. Karena suatu permsalahan, Bani Bakar menyerang Bani khuza’ah. Mereka membunuh beberapa orang Bani Khuza’ah dan memporaporandakan desa mereka. Keadaan menjadi lebih parah ketika kaum Quraisy membantu Bani Bakar. Tindakan tersebut melanggar perjanjian Hudaibiyah. Akibatnya orang-orang Bani Khuza’ah mengadukan hal itu kepada Nabi Muhammad saw.
Mendengar pengaduan bani khuza’ah, Nabi Muhammad saw segera memerintahkan kaum musimin untuk melaukan persiapan guna menaklukkan kota Makkah.

3.2  Menceritakan kronologi peristiwa Fathu Makkah
Nabi Muhammad saw. membuat persiapan-pesiapan untuk berangkat ke Mekah. Selama mengadakan persiapan perang itu, nabi Muhammad berusaha untuk merahasiakannya. Namun sahabat yang bernama Hatib bin Balta’ah menulis surat kepada kaum quraisy untuk memberi tahu apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw. Allah swt memberitahukan kepada Nabi Muhammad saw. tentang perbuatan Hatib, sehingga Nabi Muhammad saw. mengutus Ali bin Abi Tholib dan Zubair bin Awwam untuk mengambil kembali surat tersebut.
Kaum muslimin berhasil mengumpulkan pasukan sejumlah 10.000 tentara. Kaum Quraisy tidak kuat untuk bertempur melawan pasukan muslimin sehingga mereka meletakkan senjata. Pemimpin Quraisy yang bernama Abu Sufyan setelah itu masuk islam diikuti oleh berbondong-bondong penduduk mekah. Akan tetapi Nabi Muhammad saw. tidak pernah merasa dendam dan sekarang kota mekah benar-benar berada dibawah kepemimpinan Nabi Muhammad saw. Pada saat itu, di sekitar ka’bah terdapat kurang lebih 360 berhala. Nabi Muhammad saw. dan kaum muslimin segera menghancurkannya.

3.3  Mengambil ibrah dari peristiwa Fathu Makkah.
Adapun pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa Fathu Makah antara lain:
    1. Tidak boleh memiliki sifat pendendam meski kita pernah disakiti oleh orang lain.
    2. Selalu memiliki sifat rendah diri dihadapan Allah swt.
    3. Perbuatan yang bathil akan lenyap.
    4. Selalu bersikap baik kepada setiap orang.
    5. Melupakan setiap kejahatan yang pernah dilakukan oleh seseorang.
4.1 Menceritakan peristiwa-peristiwa diakhir hayat Rasulullah saw.
Salah satu usaha yang dilakukan Nabi Muhammad saw. mengirimkan para dan mubaligh ke berbagai daerah untuk mengajarkan agama islam. IA juga mengatur peradilan Islam secara teratur cara-cara memungut zakat.
Salah satu petugas yang dikirimkan Nabi Muhammad saw. adalah Mu’az bin Jabal. Pada waktu itu, muncullah perintah Nabi Muhammad saw. yang terkenal. Perintah itu adalah agar mu’az bin JAbal menggunakan pertimbangan akalnya dalam memutuskan persoalan. Hal itu dilakukan apabila tidak menemukan petunjukdalam Al-quran dan Hadist.
Pada masa itu, Nabi Muhammad saw. menyiapkan sebuah pasukan untuk memerangi orang-orang romawi di Balqa (yordania). Pasukan itu dipimpin oleh Usamah bin Zaid bin Harisah yang baru berusia 18 tahun. Akan tetapi, pasukan ini tidak jadi berangkat karena Nabi Muhammad saw. jatuh sakit.
Pada saat itu pula Allah swt. Menurunkan wahyu yang terakhir. Wahyu tersebut adalah Surah al-Maidah ayat 3.
Turunnya ayat ini membuat sebagian kaum muslimin bergembira. Mereka merasa senang atas kesempurnaan agama mereka. Akan tetapi, sebagian sahabat justru merasa sedih. Salah satunya adalah Abu Bakar as-Siddiq. Ia mengetahui bahwa turunnya ayat tersebut merupakan tanda berakhirnya tugas Nabi Muhammad saw. Hal itu menandakan bahwa Nabi Muhammad saw. akan meninggalkan kaum muslimin tidak lama lagi.

4.2 Mengambil hikmah dari peristiwa akhir hayat Rasulullah saw.
Keteladan yang dapat diambil dari Rosullullah adalah perjuangannya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan agama Allah. Betapapun besar rintangan yang dihadapi, beliau tidak pernah menyerah hingga akhir hayatnya. Hal itu beliau lakukan karena rasa cintanya terhadap umatnya. Kita layak bersyukur dan meneladani hal itu.

Kelas 6
Smt
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Alokasi Waktu
I
1. Mengenal sejarah Khalifah Abu Bakar as-Siddiq
1.1 menjelaskan arti dan tugas Khulafaur Rasyidin
1.2 Menceritakan silsilah dan kepribadian Abu Bakar as-Sidiq
1.3 Menunjukkan contoh-contoh nilai positif dari khalifah Abu Bakar as-Sidiq
1.4 Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Abu Bakar as-Sidiq
32 jam pelajaran
(16 pertemuan)

2. Mengenal sejarah Khalifah umar bin Khattab
2.1 Menceritakan silsilah dan kepribadian Umar bin Khattab serta perjuangannya dalam dakwah Islam.
2.2 Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari Umar bin Khattab.
2.3 Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Umar bin Khattab.


3. Mengenal sejarah Khalifah Usman bin Affan
3.1 Menceritakan silsilah dan kepribadian Usman bin Affan serta perjuangannya dalam dakwah Islam
3.2 Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari Usman bin Affan.
3.3 Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Usman bin Affan.

II
4. Mengenal sejarah khalifah Ali bin Abi talib
4.1 Menceritakan silsilah, kepribadian, dan perjuangan khalifah Ali bin Abi Tholib
4.2 menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari kekhalifahan Ali bin Abi Tholib.
4.3 Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Ali bin Abi Tholib.
28 jam pelajaran
(14 pertemuan)

5. Mengenal sejarah perjuangan tokoh agama Islam di daerah
5.1 Mengidentifikasi tokoh-tokoh agama Islam di daerah masing-masing.
5.2 Menceritakan sejarah perjuangan tokoh agama Islam di daerah masing-masing.



1.1 menjelaskan arti dan tugas Khulafaur Rasyidin
      Arti Khulafaur Rasyidin adalah para pengganti Rosulullah yang mendapat bimbingan atau petunjuk.
Adapun tugas dari Khulafaur Rasyidin adalah:
    1. Meneruskan risalah Nabi Muhammad saw.
    2. Memerangi orang-orang yang merusak agama islam dan mengajarkan ke jalan yang benar.
    3. Sebagai pemimpin Negara.
    4. Pemimpin Agama.











1.2 Menceritakan silsilah dan kepribadian Abu Bakar as-Sidiq
silsilah khalifah Abu Bakar as-Sidiq

1.3 Menunjukkan contoh-contoh nilai positif dari khalifah Abu Bakar as-Sidiq.
      Abu Bakar as-Sidiq sangat mencintai Nabi Muhammad saw. Ia selalu memberi dorongan , semangat, dan membela beliau pada masa perjuangan Islam. Dalam suatu riwayat diceritakan, Nabi Muhammad saw. sedang khusuk melaksanakan sholat di Masjidil Haram. Tiba-tiba datanglah uqbah bin Mu’it. Ia langsung mencekik Nabi Muhammad saw. yang sedang bersujud. Keadaan itu sangat membahayakan Nabi Muhammad saw. Secara kebetulan Abu Bakar as-Sidiq datang. Ia segera menolong Nabi Muhammad saw. dan mengusir Uqbah bin Mu’it. Akibatnya keduanya berkelahi. Dalam perkelahian itu, Abu Bakar as-Siddiq mendapatkan luka-luka.
Abu Bakar as-Sidiq juga tidak segan-segan mengeluarkan uangnya dalam memperjuangkan islam. Sejumlah budak yang memeluk islam dan disiksa oleh tuannya dibebaskan oleh Abu Bakar as-Sidiq. Diantaranya adalah Bilal bin Rabah.

1.4  Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Abu Bakar as-Sidiq.
Berikut ini beberapa nilai-nilai positif yang patut kita teladani dari khalifahan Abu Bakar as-Sidiq antara lain:
1.      Seorang dermawan dan rela berkorban demi Islam.
2.      Beliau adalah seorang yang lemah lembut hatinya bahkan saat membacaAlqur’an beliau selalu menangis.
3.      Beliau selalu bersikap tegas dalam memerangi orang-orang yang murtad, serta nabi-nabi palsu dan orang-orang yang tidak mau membayar zakat.
4.      Beliau selalu hidup sederhana.
5.      Beliau selalu mementingkan kepentingan Negara daripada kepentingan pradi dan keluarga.
















2.1 Menceritakan silsilah dan kepribadian Umar bin Khattab serta perjuangannya dalam dakwah Islam.
Silsilah Umar bin Khattab


 




























Umar bin Khattab memiliki pandangan yang jauh kedepan, luwes, dan ail sehingga pendapatnya banyak diterima oleh orang. Hal ini terlihat ketika ia menengahi perselisihan antara kaum anshor dan muhajirin pada waktu wafatnya Nabi Muhammad saw. Atas jasa Umar bin Khattab pengganti beliau dipimpin secara mufakat dan damai.
Keberanan dan ketegasan Umar bin Khattab merupakan kekatan yang sangat besar dalam mengembangkan ajaran islam. Oleh karena itu, Umar bin Khattab selalu menjadi kepercayaan.

2.2 Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari Umar bin Khattab.
Umar bin khattab menjalankan pemerintahan nya dengan adli. Ia tidak membedakan antara tuan dan budak, kaya dan miskin serta penguasa dan rakyat jelata. Semua mendapat perlakuan yang sama.Ian akan menghukum yang salah dan membela yang benar.  Hall itu ditunjukan dalam suatu riwayat. Suatu ketika Umar bin Khattab bersama dengan anas bin malik. Kemudian datanglah penduduk mesir mengadukan perihal kezaliman amru bin as. Umar bin Khattab kemudian memanggil amru bin as dan menyruh penduduk yang teraniaya tersebut membalas perlakuannya.

2.3  Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Umar bin Khattab.
Adapun nilai-nilai positif dari umar bin khattab yang patut kita teladani antara lain;
  1. Pemberani dan tidak mengenal rasa takut
  2. Mampu membedakan antara yang benar dan salah
  3. Tegas dalam menegakkan hokum islam
  4. Selalu mendahulukan kepentingan Negara
  5. Tidak memanfaatkan fasilitas Negara
  6. Selalu hidup sederhana
  7. Menghormati pemeluk agama lain
  8. Disiplin dan bertanggung jawab.


3.1 Menceritakan silsilah dan kepribadian Usman bin Affan serta perjuangannya dalam dakwah Islam.
      Usman bin Affan berasal dari kabilah bani umayah. Nama lengkapnya adalah Usman bin Affan bin abul as bin umayyah bin abdu syams. Ia merupakan seorang pedagang yang kaya raya.Pada masa itu Usman bin Affan menjalankan kafilah dagang bersama kerabatnya dari bani umayyah.
Dibanding sahabat-sahabatnya yang lain, Usman bin Affan memiliki sifat-sifat yang berbeda, sifat itu sebagai berikut;
1.      Rasa malu
Tidak seorangpun diantara sahabat nabi Muhammad yang memiliki rasa malu seperti Usman bin Affan.
2.      Pemurah
Usman bin Affan adalah orang yang sangat dermawan . Tidak seorangpun dari orang Quraisy yang lebih dermawan darinya.

3.2 Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari Usman bin Affan.
Usmann bin affan memiliki dua keutamaan disbanding sahabat nabi yang lain yaitu pemalu dan pemurah. Ketika terjadi perjanjian hudaibiyah, Usman bin Affan ditunjuk sebagai utusan untuk menemui kaum Quroisy. Pada waktu pecahnya perang tabuk, Usman bin Affan menyumbangkan 950 ekor unta, 50 ekor kuda, dan uang 1000 dinar. Ia juga mempunyai peran yang penting dalam pemerintahan abu bakar assidiq.

3.3  Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Usman bin Affan.
Usman bin affan adalah seorang yang zuhud, tawaduk, banyak megingat allah, dan memiliki akhlak yang terpuji. Semua perbuatan  layak diteladani oleh umat islam. ketika perang tabuk, kaum muslimin mengalami paceklik. Mereka kesulitan untuk mengumpulkan biaya bagi perang tersebut. Saat itulah Usman bin affan memberikan bantuan yang sangat besar berupa kendaraan dan perbekalan tentara. Ia juga membeli telaga milik orang Yahudi. Dengan demikian kaum muslimin dapat memiliki sumber air yang cukup.
Pada masa pemerintahan abu bakar asidiq, kaum muslimin mengalami kemarau yang sangat panjang, banyak penduduk yang mengadukan kesulitan kepada khalifah. Pada saat itu Usman bin affan menyumbangkan bahan makanan sebanyak 1000 ekor unta.
Usman bin affan juga seorang ahli ibadah yang sangat khusuk, ketika para pemberontak memasuki rumahnya ia tengah membaca al-Qur’an.

4.1 Menceritakan silsilah, kepribadian, dan perjuangan khalifah Ali bin Abi Tholib
Ali bin Abi Tholib sebelum lahir diberi nama Haidarah oleh ibunya, Fatimah binti as’ad bin hasyim bin abdu manaf. Nama itu kemudian diganti oleh ayahnya dengan Ali. Pada waktu Muhammad saw. Diangkat sebagai rosul, ali baru berusia 8 tahun. Ia adalah orang kedua yang menerima dakwah islam setelah khadijah binti khuwailid, istri nabi muhamad saw.
Ali bin abi tholib adalah orang yang sangat sederhana. Tidak tampak perbedaan dalam kehidupan rumah tangganya antara sebelum dan sesudah diangkat sebagai khalifah. Kehidupan sederhana ini juga ia ajarkan kepada putra putrinya.

4.2 menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari kekhalifahan Ali bin Abi Tholib
Ali bin abi tholib terkenal sebagai panglima perang yang gagah berani. Keberaniannya menggetarkan lawan-lawannya.. Selain itu ,  Ali bin abi tholib juga terkenal cerdas dan menguasai banyak masalah keagamaan. Nabi Muhammad saw. pernah bersabda, “Aku adalah kota ilmu pengetahuan, sedangkan Ali adalah gerbangnya.”. Oleh karena itu, nasehat dan fatwanya selalu didengar oleh khalifah sebelumnya. Pada masa akhir pemerintahan Umar bin Khatab, Ali bin abi tholib termasuk salah satu yang ditunjuk menjadi anggota Majlis Asy-Syura. MAjlis itu bertugas memilih pengganti Umar bin Khattab sebagai khalifah.

4.3 Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Ali bin Abi Tholib.
Nilai-nilai positif yang patut kita teladani dari khalifah Ali bin Abi Tholib antara lain:
1.      Ali bin abi tholib adalah orang yang sangat sederhana.
2.      Ali bin Abi Tholib terkenal sebagai panglima perang yang sangat gagah berani.
3.      Cerdas dan banyak menguasai ilmu keagamaan

5.1 Mengidentifikasi tokoh-tokoh agama Islam di daerah masing-masing.
1.KH.  Agus Salim
Agus salim adalah seorang intelektual dan pejuang Islam. LAhir dikota Gedang, Sumatera Barat pada tahun 1884. Nama kecil Agus Salim adalah Masyudul Haq. Ia berasal dari keluarga yang terkemuka dari masyarakat adat Minangkabau. Ia adalah putra sultan Muhammad salim yang diangkat menjadi Hoofdjaksa diwilayah Onderhorigheden.
2. KH. Ahmad Dahlan                                                       
Ahmad Dahlan lahir dengan nama kecil Muhammad Darwis. Ia merupakan tokoh pembaharuan islam di Indonesia dan pendiri Muhammadiyah. Organisasi yang didirikannya tersebut bergerak dibidang dakwah dan pendidikan Islam modern di Indonesia.
Ahmad Dahlan adalah anak keempat dari KH Abu Bakar. Ia menikah dengan siti walidah dan dikaruniai enam anak. Ia menuntut ilmu di makkah selama lima tahun untuk menuntut ilmu agama islam, seperti qiraah, tauhid, tafsir, tasawuf, ilmu mantic, dan ilmu falak. Sekembalinya ke kampungnya, kauman pada tahun 1902, ia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan.
3. Muhammad Arsyad al-Banjari
Muhammad Arsyad al Banjari adalah seorang ulama besar yang sangat berpengaruh dan berperan peting dalam sejarah islam. Khususnya dikalimantan. Ia banyak menulis kitab agama dan pernah menduduki jabatan mufti kesultanan Banjar.
Muhammad Arsyad al-Banjari lahir di Lok Gabang, martapura, Kalimantan selatan pada tahun 1710. Ia adalah putra tertua dari Abdullah dan siti Aminah. Setelah wafat, ia juga terkenal dengan sebutan “Datuk Kalampayan” karena makamnya berlokasi di Desa Kalampayan (sekitar 56 km dari Kota Banjarmasin)
4. Sultan Alauddin
Sultan Alaudin adalah raja gowa pertama yang masuk islam bersama raja Tallo, Sultan Abdullah Awwal al-islam. Ayahnya bernama karaeng Tunijallo (1545-1590) dan ibunya adalah saudara tiri raja Tallo. Sultan Alaudin adalah raja gowa yang ke-14. Ia adalah ayah sultan Malik as-said dan kakek Sultan Hasanuddin yang terkenal dengan gelar “Ayam jantan dari Timur”.
           
5.2 Menceritakan sejarah perjuangan tokoh agama Islam di daerah masing-masing.
1.KH.  Agus Salim
KH. Agus salim bekerja sebagai penerjemah pada konsulat Kerajaan Belanda di Jeddah, Arab Saudi. Hal itu mampu menguasai tidak kurang dari tujuh bahasa asing.
Sekembalinya dari Indonesia, KH. Agus Salim mendirikan HIS di kota Gedang, memimpin harian neratja, dan menjadi pemimpin redaksi pada Comssie voor de volkslectur. Menurut KH Agus Salim, pendidikan harus meliputi tiga hal, yaitu:
1.      Pendidikan badan (jasmani)
2.      pendidikan budi (rohani)
3.      pendidikan akal (ilmiah)
2. KH. Ahmad Dahlan
Pada tahun 1909 , KH. Ahmad dahlan memasuki budi utomo dan pada tahun 1910, ia memasuki jamiat khair.  PAda tahun 1912, ia mendirikan Muhammadiyah dan memperjuangkan dakwah islam melalui organisasi tersebut hingga akir hayatnya.
3. Muhammad Arsyad Al-Banjari
Muhammad Arsyad Al-Banjari membangun sebuah sistim pendidikan yang baru. Pendidikan dilaksanakan dalam satu kompleks yang lengkap dan musholla, tempat belajar, kiai, perpustakaan, dan asrama untuk para santri. Selain itu, para santri juga mendapat pelajaran bertani sebagai bekal hidup mandiri. Muhammad Arsyad Al-Banjari meninggalkan karya yang besar yaitu kitab Sabilul Muhtadin.
4. Sultan Alaudin
Setelah masuk islam, Sultan Alaudin berhasil mengislamkan  Kerajaan Soppeng pada tahun 1607 , kerajaan Wajo pada tahun 1610, dan kerajaan bone pada tahun 1611. Untuk mengenang jasanya, nama Sultan Alaudin diabadikan sebagai nama sebuah UIN di Makassar.


BAB III
PEMBAHASAN

a.      Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam  Pada Madrasah Ibtidaiyah.
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada Madrasah Ibtidaiyah meliputi:
1.      Mengenal peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw ke Yasrib
2.      Memahami keperwiraan Nabi Muhammad saw
3.      Mengenal peristiwa Fathu Makkah
4.      mengidentifikasi peristiwa akhir hayat rosululloh saw
5.      Mengenal sejarah Khalifah Abu Bakar as-Siddiq
6.      Mengenal sejarah Khalifah umar bin Khattab
7.      Mengenal sejarah Khalifah Usman bin Affan
8.      Mengenal sejarah khalifah Ali bin Abi talib
9.      Mengenal sejarah perjuangan tokoh agama Islam di daerah

b. Tujuan Sejarah Kebudayaan Islam di MAdrasah Ibtidaiyah.
Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah merupakan salah satu mata pelajaran PAI yang mempelajari tentang Sejarah Perkembangan Islam mulai dari Nabi Muhammad saw., khulafaur rasidin, hingga tokoh-tokoh islam tanah air.
Secara substansial mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada para peserta didik untuk mempraktekkan dan membiasakan sejak dini nilai-nilai positif dan keteladanan yang dimiliki oleh  Nabi Muhammad saw, khulafaur roshidin, serta tokoh-tokoh islam di tanah air.

c. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.
Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berisi pelajran yang dapat mengarahkan kepada pencapaian kemampuan dasar peserta didik untuk dapat memahami sejarah perkembangan agama islam.
b.      Keterkaitan Materi Sejarah Kebudayaan Islam kelas 5 dan 6.
Keterkaitan materi Sejarah Kebudayaan Islam dalam hal ini sudah saling terkait mulai dari kelas 5 dan 6. Hal itu sudah bisa dilihat dalam susunan standar kompetensi dan kompetensi dasar.



























BAB IV
PENUTUP

1.      Kesimpulan
Dari pemaparan makalah di atas dapat kami simpulkan bahwa kurikulum Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah sangat kompleks. Di dalam nya mencakup mata pelajaran Al-Qur’an HAdist, Fiqih, Akidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam lebih ditekankan pada pemahaman keteladan dari Nabi Muhammad saw, Khulafaur Rasyidin, dan Tokoh-tokoh islam tanah air.

2.      Saran
1.      Agar lebih diperbanyak mengenai keteladan dari tokoh-tokoh islam tanah air yang notabene terdabat banyak sekali tokoh-tokoh islam di negeri ini.
2.      Lebih dijelaskan lagi kisah teladan yang berasal dari Nabi Muhammad saw. agar peserta didik lebih mengenal sosok beliau.















DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008
Sugeng Sugiarto, 2008,Sejarah Kebudayaan Islam 3, Tiga Serangkai
Sugeng Sugiarto, 2008, Sejarah Kebudayaan Islam 4, Tiga Serangkai

2 komentar:

Anonymous said...

TERIMAKASIH BANYAK

Hanya Manusia Yang Baik said...

assalaamualaikum...
saya ijin copy ya..untuk bahan belajar anak2..
semoga amal jariyah anda senantiasa mengalir terus

Post a Comment

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Zudi Pranata. Powered by Blogger.
 
;