Friday, November 30, 2012

Psikologi Perkembangan Masa Remaja



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Psikologi remaja adalah bagian dari psikologi perkembangan yang secara khusus mempelajari kehidupan remaja.[1]
Disini remaja atau generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang kelak menjadi penerus kehidupan untuk mewujudkan kedamaian dan ketenteraman umat manusia dimuka bumi ini. Jika generasinya rusak maka secara otomatis bangsanya pun akan ikut rusak,sehingga demi mewujudkan cita-cita kehidupan berbangsa dan bernegara, haruslah mampu mencetak generasi yang berkualitas sesuai harapan bangsa dan Negara. Tetapi pada kenyataanya banyak generasi muda atau remaja juga menjadi gudang permasalahan.
Dalam proses perkembangan kematangan psikologis dan biologis, remaja kerap menghadapi ketegangan,kebingungan,dan kekhawatiran. Remaja menjadi gemar coba-coba dalam emosi labil sehingga mudah terpengaruh. Remaja juga sering melakukan sesuatu hal tanpa berpikir panjang terhadap akibat yang akan terjadi selanjutnya. Sehingga usaha untuk mewujudkan generasi penerus yang diharapkan akan sulit untuk diwujudkan. Maka dalam makalah ini akan dibahas tentang psikologi perkembangan masa remaja.

B. Rumusan Masalah
            Dari latar belakang masalah di atas, maka dapat disimpulkan berbagai rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa definisi dari remaja ?
2.      Bagaimana perkembangan masa remaja ?
3.      Bagaimana ciri-ciri remaja ?
4.      Apa sebab-sebab masalah remaja ?
5.      Bagaimana periode masa remaja ?

BAB II
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MASA REMAJA
A. Pengertian Masa Remaja
            Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko, 1984 dalam Rice, 1990).
Ada pula ahli psikologi berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yaitu saat anak-anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak. Tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya belum dikatakan sebagai orang dewasa.[2]
Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Terjadinya perubahan kejiwaan menimbulkan kebingungan dikalangan remaja, mereka mengalami penuh gejolak emosi dan tekanan jiwa sehingga menyimpang dari aturan dan norma-norma sosial yang berlaku dikalangan masyrakat.
B. Aspek-Aspek Perkembangan
Pembahasan psikologi remaja mencakup 3 aspek perkembangan yaitu :
1. Perkembangan fisik (Termasuk Perkembangan Psi-Koseksual)
Masa remaja ditandai dengan percepatan pertumbuhan fisik. Pertumbuhan dan perkembangan fisik pada akhir masa remaja menunjukkan terbentuknya remaja laki-laki sebagai bentuk khas laki-laki dan remaja perempuan menjadi bentuk khas perempuan.
a.       Tanda-Tanda Pemasakan Seksual
Ada dua tanda-tanda pemasakan seksual tersebut meliputi: tanda-tanda pemasakan seksual primer dan sekunder.  Tanda-tanda pemasakan seksual primer yaitu: pemasakan pada organ tubuh yang langsung berhubungan dengan pertumbuhan dan reproduksi. Sedangkan tanda-tanda pemasakan seksual sekunder yaitu: menunjukkan tanda-tanda khas sebagai laki-laki dan perempuan.

b.      Perbedaan Kriteria Pemasakan Seksual
Pada perempuan nampak lebih jelas dibandingkan dengan laki-laki. Pada perempuan ditandai dengan menarche (haid pertama). Sedangkan pada laki-laki ditandai dengan ejakulasi pertama (mimpi basah ). Hal ini biasanya hanya diketahui oleh remaja bersangkutan dan jarang diceritakan kepada orang lain.
c.       Perbedaan Urutan Gejala Pemasakan Seksual
Pada laki-laki dimulai dengan pertumbuhan testes, kemudian mengalami perubahan suara menjadi agak sangat berat dengan penambahan kekuatan. Pada perempuan dimulai dengan payudara bagian putting susu diikuti dengan jaringan pengikat, kemudian payudar dalam bentuk dewasa. Kelenjar payudara akan mereaksi pada masa terjadinya kehamilan dan reproduksi air susu pada akhir kehamilan.
d.      Perkembangan Percintaan Remaja
Seiring dengan kematangan seksual, seorang remaja mengalami jatuh cinta didalam masa kehidupannya pada usia belasan tahun. Pada masa ini mereka tertarik pada lain jenis dan kedua jenis remaja saling mengenal perasaan cinta.
2. Perkembangan kognisi dan Bahasa
a. Konsep kecerdasan
Kemampuan berfikir tercakup dalam aspek kognitif yang sering disebut kecerdasan atau intelegensi. Intelegensi adalah suatu kemampuan yang merupakan kemampuan tunggal artinya semua tugas dan prestasi mental hanya menuntut dua macam kualitas saja yaitu intelegensi umum dan keterampilan individu dalam hal tertentu. [3]
b. Pengukuran kecerdasan
Kecerdasan dapat diukur salah satunya  melalui tes kecerdasan yang disebut tes IQ.
3. Aspek Perkembangan kepribadian dan sosial
Yang dimaksud dengan perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik; sedangkan perkembangan sosial berarti perubahan dalam berhubungan dengan orang lain. Perkembangan kepribadian yang penting pada masa remaja adalah pencarian identitas diri. Yang dimaksud dengan pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup.
Perkembangan sosial pada masa remaja lebih melibatkan kelompok teman sebaya dibanding orang tua. Dibanding pada masa kanak-kanak, remaja lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah seperti kegiatan sekolah, ekstra kurikuler dan bermain dengan teman. Dengan demikian,pada masa remaja peran kelompok teman sebaya adalah besar.
Pada diri remaja, pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri, namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok teman sebaya.
Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja tentang perilakunya. Bagi remaja, teman-teman menjadi sumber informasi misalnya mengenai bagaimana cara berpakaian yang menarik, musik atau film apa yang bagus, dan sebagainya.
C. Ciri-Ciri Remaja
Ada beberapa ciri yang harus diketahui diantaranya:
1. Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan pesat, lebih cepat dibandingkan masa kanak-kanak dan dewasa. Untuk mengimbangi pertumbuhan yang cepat itu, remaja membutuhkan makan dan tidur lebih banyak.
2. Perkembangan Seksual
Pada anak laki-laki diantaranya: mengalami mimpi pertama (mimpi basah), pada lehernya tumbuh seperti buah jakun yang membuat suaranya seperti pecah, dan di sekitar bibir dan kemaluannya mulai tumbuh rambut.
Pada anak perempuan diantaranya: rahimnya sudah mulai bisa dibuahi atau sudah menstruasi (datang bulan), di bagian mukanya mulai tumbuh jerwat, penimbunan lemak membuat dadanya mulai tumbuh, pinggulnya mulai melebar, dan pahanya mulai membesar.

3. Cara Berfikir Kausalitas
Yaitu menyangkut hubungan sebab dan akibat, remaja mulai berfikir kritis sehingga dia akan melawan bila orang tua, guru, dan lingkungan masih menganggapnya sebagai anak kecil. Bila guru dan orang tua tidak tahu cara berpikir remaja, akibatnya timbulah kenakalan remaja.[4]
4. Emosi Yang Meluap-Meluap
Keadaan emosi remaja masih labil karena erat hubungannya dengan keadaan hormon. Suatu saat ia bisa sedih sekali dan lain waktu bisa senang sekali. Hal ini terlihat pada remaja yang baru putus cinta atau remaja yang tersinggung perasaannya karena misalnya diplototi. Dan emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri mereka dari pada pikiran yang realitas.
5. Mulai Tertarik Pada Lawan Jenis
Secara biologis manusia terbagi atas dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam kehidupan sosial remaja mereka mulai tertarik pada lawan jenisnya dan mulai berpacaran. Jika dalam hal ini orang tua kurang mengerti, kemudian melarangnya, akan menimbulkan masalah, dan remaja akan cenderung tertutup dengan orang tuanya.
6. Menarik Perhatian Lingkungan
Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dalam lingkungannya, berusaha mendapatkan status dan peranan seperti kegitan remaja di kampung-kampung yang diberi peranan, pasti ia akan melaksanakan dengan baik. Bila tidak diberi peranan maka ia akan melakukan perbuatan untuk menarik perhatian masyarakat, bila perlu maka akan melakukan perkelahian dan kenakalan lainnya. Remaja akan berusha mencari peranan di luar rumah bila orang tua tidak memberi peranan kepadanya karena menganggapnya sebagai anak kecil.
7. Terikat Dengan Kelompok
Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik pada kelompok sebayanya dalam pengalaman pun mereka berusah untuk berbuat yang sama misalnya, berpacaran, berkelahi, dan mencuri. Apa yang dilakukan pemimpin kelompoknya ditirunya, walaupun yang dilakukan itu tidak baik. Dalam kelompok itu bisa melampiaskan perasaan tertekan karena mungkin tidak dimengerti oleh orang tua dan kakak-kakaknya.
Kelompok atau gang sebenarnya tidak berbahaya asalkan saja kita bisa mengarahkannya. Karena dalam kelompok tersebut remaja hanya ingin memperoleh kebutuhannya untuk dianggap, dimengerti, mancari pengalaman baru, berprestasi, diterima statusnya, harga diri, rasa aman, yang semua itu belum tentu diperoleh di rumah maupun di sekolah.[5]
D. Sebab-Sebab Masalah Remaja
            Sebab-sebab masalah remaja dapat ditinjau dari lima lingkungannya yang mempunyai ciri-ciri yang sama dimana mereka menjalani kehidupannya sehari-hari, yang meliputi:
1. Lingkungan Keluarga
            Diantaranya oleh masalah ekonomi keluarga, pekerjaan orang tua, dan hubungan keluarga dengan masyarakat sekitarnya. Perubahan remaja mengarah kepada hubunagan antar anak dengan orang tua.
2. Lingkungan Sekolah
            Diyakini kesuksesan hidup diawali dari keberhasilan di sekolah. Karena sekolah identik dengan persaingan dan kompetisi. Remaja tidak saja merasa tidak betah tinggal di rumah, tetapi juga mereka tidak kerasan berada di sekolah.
3. Lingkungan Masyarakat
            Karena berbagai alasan kehidupan lingkungan di masyarakat seperti lingkungan RT, RW, semakin acuh dan individualistik. Tiap orang asik sibuk dengan urusan masing-masing. Tiap orang makin tidak memiliki waktu dan tidak merasa perlu untuk mengetahui apa lagi mengurusi urusan orang lain. Sehingga para remaja tidak betah di rumah, tidak kerasan di sekolah, dan sekarang mereka kesepian di linkungan masyarakatnya.
4. Lingkungan Media
            Mereka menghabiskan waktunya untuk mengakses berbagai media: TV, koran, radio, majalah, website, handphone dan lainnya. Dari berbagai media yang telah mereka akses menjadikan mereka berkembang melebihi apa yang mereka harapkan, karena perkembangan media yang makin pesat. Orang tidak bisa membatasi, apa lagi untuk mengontrol remaja untuk hanya melihat, membaca dan mengakses informasi yang baik-baik saja.
5. Lingkungan Kelompok Sebaya
            Dengan kelompk sebaya antar remaja saling berkomunikasi dan saling mencurahkan isi hati (curhat). Mereka saling mengadu dan saling menceritakan perasaan dan isi hati mereka. Kadang hubungan ini berkembang menjadi semakin bebas. Inilah yang membawa remaja indonesia kearah prilaku kehidupan yang tidak sehat berkaitan dengan seks pranikah, Narkoba, dan HIV/AIDS.[6]
           

E. Periode Masa Remaja
Masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:
1. Periode Masa Puber usia 12-14 tahun
a. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Cirinya:
·         Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
·         Anak mulai bersikap kritis dan merindu puja.
b. Masa Pubertas usia 14-16 tahun : masa remaja awal. Cirinya:
·         Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
·          suka meyembunyikan isi hatinya
·         Memperhatikan penampilan
·          Sikapnya tidak menentu/plin-plan
·         Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
·         Perbedaan sikap pemuda dengan sikap gadis [7]:

Sikap Pemuda
Sikap Gadis
1. aktif memberi,melindungi,dan menolong.
1. Suka dilindungi dan ditolong
2. Ingin memberontak dan mengkritik
2. dorongan itu dilunakkan oleh perasaan terikat pada aturan-aturan dan tradisi
3. Ingin mencari kemerdekaan berfikir, bertindak dan memperoleh hak-hak turut berbicara
3. Ingin dicintai dan menyenangkan hati orang lain
4. suka meniru perbuatan orang-orang yang dipujanya
4. Tidak ingin meniru lebih suka bersikap pasif
C. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Cirinya:
·         Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya.
·         Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria
2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun
Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
·         Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
·          Mulai menyadari akan realitas
·          Sikapnya mulai jelas tentang hidup
·          Mulai nampak bakat dan minatnya








BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
v  Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa.
v  Pembahasan psikologi remaja mencakup 3 aspek perkembangan yaitu :
1. Perkembangan fisik (Termasuk Perkembangan Psi-Koseksual) :Tanda-Tanda Pemasakan Seksual, Perbedaan Kriteria Pemasakan Seksual,Perbedaan Urutan Gejala Pemasakan Seksual,Perkembangan Percintaan Remaja.
2. Perkembangan kognisi dan Bahasa :Konsep kecerdasan dan Pengukuran kecerdasan.
3. Aspek Perkembangan kepribadian dan sosial.
v  Ciri-Ciri Remaja
Ada beberapa ciri yang harus diketahui diantaranya: pertumbuhan fisik, perkembangan seksual,cara berfikir kausalitas, emosi yang meluap-meluap, mulai tertarik pada lawan jenis,menarik perhatian lingkungan,terikat dengan kelompok.
v  Sebab-sebab masalah remaja : Lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, media, dan kelompok sebaya.
v  Periode Masa Remaja.
Masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:
1. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun :masa pra pubertas,masa pubertas usia 14-16 tahun, masa akhir pubertas.
2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun : Merupakan masa akhir remaja.
Dengan mengetahui tentang psikologi perkembangan masa remaja dan ciri-ciri usia remaja diharapkan para orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh menjadi generasi muda sesuai harapan bangsa.


B.     Saran
1. Saran untuk pembaca
Semoga bisa menjadi acuan dalam memahami materi tentang psikologi perkembangan masa remaja dan dapat dijadikan pertimbangan untuk membahas lebih jauh lagi berkenaan dengan materi-materi lain.
2. Saran untuk penulis
Semoga bisa menjadi bahan acuan dan semangat untuk mengkaji dan membuat makalah yang semakin baik
Demikian makalah yang dapat kami sampaikan, ini bukan proses akhir karena “ Tak ada gading yang tak retak” Oleh karena itu kami mengharapkan kritik yang membangun dari pembaca yang budiman guna untuk perbaikan makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.











DAFTAR PUSTAKA
BKKBN. 2010.Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja. Jakarta: Bidang KB-KR
Dariyo Agoes. 2007. Psikologi perkembangan. bandung: PT.Refik Aditama
Gunarsa, S.D. (1988). Psikologi remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia
L. Zulkifli. 2006. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Papalia, D E., Olds, S. W., & Feldman, Ruth D. (2001). Human development (8th ed.). Boston: McGraw-Hill
Rice, F.P. (1990). The adolescent development, relationship & culture (6th ed.). Boston:Ally&Bacon
Hidayati Wiji & Purnami Sri. 2008. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Teras






[1] Agoes dariyo,Psikologi perkembangan,(bandung: PT.Refik Aditama,2007). Hlm.8
[2] Zulkifli L., Psikologi Perkembangan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006), hlm: 63
[3] Dra. Wiji Hidayati, M.Ag & Sri Purnami, S.Psi, Psikologi Perkembangan, (Yogyakarta: Teras, 2008), hlm: 143
[4] Zulkifli, Psikologi Perkembangan, hlm.65
[5] Ibid, hlm.67
[6] BKKBN, Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja, (Jakarta:Bidang KB-KR, 2010) hlm.20
[7] Zulkifli, Psikologi perkembangan, hlm. 71

0 komentar:

Post a Comment

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Zudi Pranata. Powered by Blogger.
 
;