Saturday, January 4, 2014

Sistem Evaluasi Penilaian Portofolio Kurikulum 2013



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Masalah yang paling parah pada setiap sistem pendidikan yaitu kurangnya evaluasi yang efektif.[1] Dalam proses belajar mengajar evaluasi dipakai untuk perbaikan, pengembangan terhadap kegiatan yang sedang berjalan dan pertanggung jawaban. Guna untuk menambah pengetahuan dan dukungan dari mereka (guru/murid) yang terlibat dalam pembelajaran.
Setiap aktivitas termasuk berbagai karya yang dihasilkan siswa dari suatu proses pembelajaran perlu dievaluasi oleh setiap guru secara terus menerus. Melalui proses evaluasi yang terus menerus itulah pengalaman belajar siswa akan terus disempurnakan hingga pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan lebih sempurna. Maka dalam makalah ini akan kami bahas salah satu teknik evaluasi yaitu, penilaian portofolio.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas dapat diambil beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud penilaian portofolio?
2.      Bagaimana manfaat dan karakteristik portofolio?
3.      Bagaimana kelebihan serta kekurangan tes portofolio?
4.      Bagaimana prosedur pelaksanaan penilaian portofolio?





                                                            BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Pengertian Portofolio
Secara etimologi, portofolio berasal dari dua kata, yaitu port (singkatan dari report) yang berarti laporan dan folio yang berarti penuh atau lengkap. Secara terminology, Portofolio adalah kumpulan karya siswa yang disusun secara sistematis dan terorganisir sebagai hasil dari usaha pembelajaran yang telah dilakukannya dalam kurun waktu tertentu. Melalui hasil karya tersebut guru dapat melihat perkembangan kemampuan siswa baik dalam aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) maupun keterampilan (psikomotorik)sebagai bahan penilaian. Hasil karya yang dihasilkan bisa hasil karya yang dikerjakan di dalam kelas atau bisa juga hasil kerja siswa yang dilakukan di luar kelas. Hasil karya siswa itu kemudian dinamakan evidence, melalui evidence inilah siswa dapat mendemonstrasikan unjuk kerja kepada orang lain baik tentang pengetahuan, sikap maupun keterampilan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Penilaian portofolio pada dasarnya adalah menilai karya-karya peserta didik berkaitan dengan mata pelajaran tertentu. Semua tugas yang dikerjakan peserta didik dikumpulkan, dan diakhir satu unit program pembelajaran diberikan penilaian. Dalam menilai dilakukan diskusi antara peserta didik dan guru menentukan skornya.[2]

B.     Manfaat Dan Karakteristik Penilaian Portofolio
Adapun manfaat penilaian portofolio  diantaranya adalah :
1.      Penilaian portofolio dapat memberikan gambaran yang utuh tentang perkembangan kemampuan siswa.
2.      Penilaian portofolio merupakan penilaian yang autentik.
3.      Penilaian portofolio merupakan teknik penilaian yang dapat mendorong siswa pada pencapaian hasil yang lebih baik dan dapat belajar secara optimal tanpa merasa tertekan.
4.      Penilaian portofolio dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa. Penilaian portofolio dapat mendorong orang tua siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran siswa.[3]
Adapun juga beberapa karakteristik Portofolio, yaitu:
  1. Merupakan hasil karya siswa yang berisi kemajuan dan penyelesaian tugas-tugas secara terus menerus (continue) dalam usaha pencapaian kompetensi pembelajaran.
  2. Mengukur setiap prestasi siwa secara individual dan menyadar perbedaan diatara siswa.
  3. Merupakan suatu pendekatan kerjasama.
  4. Mempunyai tujuan untuk menilai diri sendiri.
  5. Memperbaiki dan mengupayakan prestasi.
  6. Adanya keterkaitan antara penilaian dan pembelajaran.[4]
  1. Kelebihan dan Kekurangan Penilaian Portofolio
Sebagai suatu teknik penilaian portofolio memiliki kelebihan, diantaranya:
1.    Penilaian portofolio dapat menilai kemampuan siswa secara menyeluruh.
2.    Penilaian portoolio apat menjamin akuntabilitas.
3.    Penilian portofolio merupakan penilaian yang bersifat individual.
4.    Penilaian portofolio merupakan peniain yang terbuka.
5.    Penilaian portofolio bersifat self-evaluation.
Di samping kelebihan, penilaian portofolio juga memiliki kelemahan, diantaranya:
1.      Penilaian portofolio memerlukan waktu dan kerja keras
1.      Penilaian portofolio memerlukan perubahan cara pandang.
2.      Penilaian potofolio memerlukan perubahan gaya belajar.
3.      Penilaian portofolio memerlukan sistem pembelajaran.[5]
D.    Prosedur Pelaksanaan Portofolio
1.      Menentukan tujuan portofolio
Tahapan pertama dalam pelaksanaan penilaian portofolio adalah merumuskan tujuan yang ingin dicapai. Dengan tujuan yang jelas dan terarah, akan memudahkan guru untuk mengelola pembelajaran. Penentuan tujuan portofolio akan sangat membantu dalam menentukan evidence siswa dan bagaimana proses evidence itu diperoleh sebagai bukti bahwa siswa telah mencapai suatu kompetensi sesuai dengan rumusan kurikulum.
2.      Penentuan isi portofolio
Isi dan bahan portofolio merupakan tahapan selanjutnya setelah menentukan tujuan. Isi dalam portofolio harus dapat menggambarkan perkembangan kemampuan siswa yang sesuai dengan standar kompetensi seperti yang dirumuskan dalam kurikulum. Misalkan apabila tujuan penggunaan portofolio adalah kemampuan anak dalam membuat sebuah karangan, maka isi portofolio adalah perkembangan kemampuan anak mulai dari mengembangkan ide atau gagasan, menentukan tema, menyusun kalimat, menyusun paragraph dan seterusnya hingga penyusunan karangan secara utuh.
3.      Menentukan kriteria dan format penilaian.
Kriteria penilaian ditentukan dalam dua aspek pokok, yaitu kriteria untuk proses belajar dan kriteria untuk hasil belajar. Proses belajar misalnya ditentukan kriteria penilaian dari aspek kesungguhan menyelesaikan tugas, motivasi belajar, ketepatan waktu penyelesaian, dan lain sebagainya. Sedangkan kriteria dilihat dari hasil belajar disesuaikan dengan isi yang menggambakan kompetensi.
4.      Pengamatan dan penentuan bahan portofolio
Bahan portofolio biasanya hanya memuat evidence yang dianggap dapat mewakili dan menggambarkan suatu perkembangan dan perubahan yang terjadi. Oleh karena itu, sebelum ditentukan evidence mana yang dianggap dapat dimasukkan ke dalam portofolio, terlebih dahulu perlu dilakukan pengamatan.
5.      Menyusun dokumen portofolio
Manakala bahan-bahan portofolio telah ditentukan, langkah selanjutnya adalah menyusun bahan itu dalam dokumen portofolio, misalnya dalam bentuk folder. Folder itu sendiri, perlu dilengkapi identitas siswa, mata pelajaran, daftar isi dokumen, dan isi dokumen beserta komentar-komentar baik dari guru maupun orang tua.[6]














BAB III
PEMBAHASAN
  1. Contoh Penilaian PAI SMA Kelas IX Semester I
Lembar Penilaian Portopolio
Nama Siswa                : ......................................
Tanggal/Bulan/Tahun  : ......................................
Mata Pelajaran            : PAI
Kompetensi Inti          : 4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
Kompetensi Dasar      : 4.9. Mempraktikan shalat berjamaah
Penilaian
Portopolio
Penampilan

Indikator

Penilaian


Baik
Cukup
Kurang
Takbiratul Ihram



Rukuk



Thoma’ninah



Sujud



Salam



Tartil (urut)



Keterangan:
Nilai Akhir diambil dari rata-rata hasil praktikum.
Untuk:
Kategori Baik: 100-85, praktikum dilakukan secara sempurna
Kategori Cukup: 84-70, dilakukan sudah benar namun belum sempurna
Kategori Sedang: 69-50, Praktikum belum benar
Pencapaian hasil siswa melalui:
No.
Dicapai Melalui
Beri tanda Check list
keterangan
1
2
3
4
1.
Pertolongan Guru


2.
Seluruh Kelas


3.
Kelompok Kecil


4.
Sendiri


Komentar Orang Tua : ..............................................
Lembar Penilaian Portopolio
Nama Siswa                : ......................................
Tanggal/Bulan/Tahun  : ......................................
Mata Pelajaran            : PAI
Kompetensi Inti            : 4. Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret (menggumakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak  (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan (sudut pandang/teori).
Kompetensi Dasar        : 4.1.2. Menunjukkan Q.S. Al-furqan (25) ayat 63 Q.S. Al-Isra’ (17) ayat 27, serta hadist terkait.
Penilaian Portopolio Proses
Aspek-aspek penilaian
Indikator
Bobot
Skor
Nilai
Bacaan
Pelafalan Makhroj
5



Tajwid
5



Kelancaran
5


Tulisan
Ketepatan Tulisan
5



Kerapian
5







Total

25


Keterangan:
Nilai Akhir = Total Nilai : Total Bobot
Untuk mendapatkan nilai hasil = Skor x bobot.
Pencapaian hasil bobot melelui:
No.
Dicapai melalui
Keterangan
Komentar orang tua
1
2
3
4
1.
Pertolongan Guru


2.
Seluruh Kelas


3.
Kelompok Kecil


4.
Sendiri



Contoh penilaian portopolio :
Nama Dokumen          : Resume PAI Semester 1
Kelas/Kelompok: VII :
Petunjuk Penilaian      :
1.      Setiap kriteria diberi skor dalam skala 5 (1-5)
2.      Skor 1 = Rendah; 2, cukup; 3 = rata-rata; 4= baik; 5= istimewa
No.
Kriteria Penilaian
Nilai
Catatan
1.
Kelengkapan :



1.      Apakah dokumen lengkap untuk menjawab pertanyaan?
4

2.
Kejelasan :



2.      Tersusun dengan baik
5


3.      Tertulis dengan baik
5


4.      Mudah dipahami
4

3.
Informasi :



5.      Akurat
4


6.      Memadai
4


7.      Penting 
3

4.
Dukungan :



8.      Memuat contoh-contoh untuk hal-hal yang utama
4


9.      Memuat alasan yang baik
4

5.
Data Grafis :



10.  Berkaitan dengan isi setiap bagian
3


11.  Diberi judul yang tepat
3


12.  Memberi informasi
4


13.  Menikmati pemahaman
4

6.
Bagian Dokumentasi:



14.  Cukup memadai
4


15.  Dapat dipercaya
4


16.  Berkaitan dengan hal yang dijelaskan
4


17.  Terpilih (terseleksi)
4


Jumlah Skor
67


Kualifikasi Penilaian
Baik


Penilai :

( ........................... )

BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Penilaian portofolio pada dasarnya adalah menilai karya-karya peserta didik berkaitan dengan mata pelajaran tertentu. Semua tugas yang dikerjakan peserta didik dikumpulkan, dan diakhir satu unit program pembelajaran diberikan penilaian. Dalam menilai dilakukan diskusi antara peserta didik dan guru menentukan skornya.
Dalam penilaian portofolio terdapat kelebihan, diantaranya adalah dapat menilai kemampuan siswa secara menyeluruh, dan dapat menjamin akuntabilitas. Adapun kelemahannya adalah memerlukan waktu dan kerja keras, memerlukan perubahan cara pandang, serta memerlukan gaya belajar.

B.     Saran-saran
Demikian makalah yang dapat penulis sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, khususunya bagi penulis. Kritik dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikan makalah ini. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, kekhilafan dan kekurangan milik manusia.










DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 2012. Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya)
Fajar, Arnie. 2009. Portofolio Dalam Pembelajaran IPS. (Bandung: Remaja Rosdakarya)
Nazarudin. 2007. Manajemen Pembelajaran Implementasi Konsep, Karakteristik Dan     Metodologi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Umum. (Yogyakarta : Teras)
Sanjaya, Wina. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. (Jakarta: Kencana)
Tayibnapis, Farida Yusuf. 2008. Evalusi Program Dan Instrumen Evaluasi Untuk Program Pendidikan Dan Penelitian. (Jakarta: PT Rineka Cipta)


[1]DR. Farida Yusuf Tayibnapis, M.Pd., Evalusi Program Dan Instrumen Evaluasi Untuk Program Pendidikan Dan Penelitian, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2008), hlm: 1
[2] Drs. H. Mgs. Nazarudin,Manajemen Pembelajaran Implementasi Konsep, Karakteristik Dan Metodologi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Umum, (Yogyakarta : Teras, 2007), Cet. 1. Hlm. 186.
[3] Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Kencana, 2011), Cet. 5, Hlm. 195-196.
[4] Dra. Arnie Fajar, M.Pd., Portofolio Dalam Pembelajaran IPS, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), Cet: 5, Hlm: 91-92
[5] Op.cit, Hlm: 200-201
[6] Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Kencana, 2011), Cet. 5, Hlm. 202-203.

0 komentar:

Post a Comment

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Zudi Pranata. Powered by Blogger.
 
;