Saturday, February 23, 2013

Ayat-Ayat Al-Qur'an Tentang Manusia Dan Tugasnya Sebagai Kholifah Di Bumi



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Di dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu bidang studi yang harus dipelajari oleh peserta didik di madrasah adalah Pendidikan Agama Islam, yang dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah pada mata pelajaran Al-Qur’an-Hadis, menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar, memahami makna secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Islam mendasarkan ajarannya pada Al-Qur'an dan hadits. Al-Qur'an menjadi sumber utama hukum islam, sedangkan hadits menjadi sumber hukum kedua. Bagi umat islam, Al-Qur'an adalah kitab suci yang diyakini sebagai hudan lil al-nas dan rahmatan lil 'alamin. Al-Qur'an juga menjadi manhajul hayat (kurikulum kehidupan) bagi manusia dalam menjalani kehidupan didunia. Adapun hadits merupakan penjelas atau bayan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang sifatnya global. Tanpa pemahaman hadits secara komprehensif, umat islam tidak akan bisa memahami Al-Qur'an secara benar
A.    Rumusan Masalah
a.       Bagaimana standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Al-Quran Hadis pada Madarasah Aliyah
b.      Apa tujuan diadakan mata pelajaran Quran Hadis di Madrasah Aliyah
c.       Apa ruang lingkup mata pelajaran Quran Hadis di Madrasah Aliyah
B.     Tujuan
Dalam menyusun makalah ini tentunya ada tujuan yang dicapai untuk sebuah keberhasilan. Adapun tujuan makalah ini adalah sebagai berikut:
a.         Dapat menjelaskan tentang Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits pada Madrasah Aliyah
b.         Dapat menjelaskan Tujuan Al-Qur’an Hadits di Madrasah Aliyah
c.         Dapat menjelaskan Ruang Lingkup Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits di Madrasah Aliyah
C.    Manfaat
Manfaat dari makalah ini diharapkan tidak hanya bagi penyusun makalah saja namun juga bagi pembaca.
a.       Manfaat bagi pembaca: diharapkan para pembaca mendapatkan pengetahuan tentang pelajaran Al-Qur’an Hadits pada Madrasah Aliyah kelas X.
b.      Manfaat bagi penulis: diharapkan agar lebih memahami materi dan dapat mengembangkan kemampuan dalam pembahasannya.
1.      Sistematik Makalah
a.    Bagian Awal
BAB I             PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang Masalah
1.2      Rumusan Masalah
1.3     Tujuan Makalah
1.4     Manfaat Makalah
1.5      Sistematik Makalah
b.    Bagian Inti                 
BAB II                        LANDASAN TEORI
1.1         Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits di Madrasah Aliyah kelas X.
 BAB III         PEMBAHASAN
3.1         Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits pada Madrasah Aliyah
3.2         Tujuan Al-Qur’an Hadits di Madrasah Aliyah
3.3         Ruang Lingkup Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits di Madrasah Aliyah
c.    Bagian Akhir
BAB IV             PENUTUP
4.1       Kesimpulan
                  4.2       Saran
DAFTAR PUSTAKA
Standar Kompetensi
1.      Memahami ayat-ayat Al-Quran manusia dan tugasnya sebagai kholifah dibumi
Kompetensi Dasar
5.1 mengartikan Q.S al-Mu’minun: 12-14, an-Nahl: 78, al-Baqarah: 30, an az-Zariyat: 56
·         surah al-mu’minun ayat 12-14
Lafal ayat
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ (١٢)ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (١٣)ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (١٤)

Artinya:
Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal ) dari tanah. kemudian kami  jadikan saripati  air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). kemudian, air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah  itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. kemudian, Kami jadika dia makhluk yang (berbentuk) lain.Maka maha sucilah Allah, pencipta yang paling baik. (Q.S. al Mu’minun/23:12-14 )[1]

·         Surah an-Nahl ayat 78
Lafal ayat
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (٧٨)

Artinya:
Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian  dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia member kalian  pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kalian bersyukur,. (Q.S. an- Nahl/16:78)[2]
·         Surah al-Baqarah ayat 30  
Lafal ayat
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ (٣٠)

Artinya:
ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,”sesngguhnya aku hendak menjadikan khalifah dibumi.” mereka berkata, “ mengapa  engkau hendak  menjadikan seorang (kholifah) dibumi itu orang  yang akan membuat kerusakan padanya  dan menumpahkan darah, padahal  kami senantiasa bertasbih dengan memuji engkau  dan menyucikan engkau?” Tuhan berfirman, “sesungguhnya, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(Q.S.al Baqarah/2:30)[3]
·         Surah az-Zariyat ayat 56
Lafal Ayat
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (٥٦)

Artinya:
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S.az-zariyat/51:56) [4]
5.2 Menjelaskan kandungan Q.S al-Mu’minun: 12-14, an-Nahl: 78, al-Baqarah: 30, az-Zariyat: 56
1.      Q.S al-Mu’min:12-14
Ayat 12, Allah menegaskan bahwa manusia diciptakan dari sari pati tanah. Hanya saja diini terjadi perbedaan pendapat dari para ulama tentang siapa yang dimaksud dengan al insan. Mayoritas ulama’ menyatakan bahwa yang dimaksud al insane adalah nabi Adam a.s.pendapat ini mendasarkan argumennya pada ayat selanjutnya yang menyatakan bahwa kami menjadikannya (Adam) nutfah. Sudah mafhum (dipahami) bahwa anak keturunan Adam tercipta dari nutfah. berbeda dengan mayoritas ulama’ tersebut, sebagian ulama’ menyatakan bahwa sari pati tanah merupakan tanah yang menjadi bahan penciptaan Adam a.s. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan al insane tidaklah mungkin Adam a.s. tetapi jenis manusia.[5]
2.      Surah an-Nahl:78
Dapat ditarik benang merah bahwa ayat ini berkait erat dengan kekuasaan-Nya untuk menghidupkan dan membangkitkan orang-orang yang telah meninggal pada hari kiamat nanti. logika sederhananya, jika Allah mampu mengeluarkan manusia, yang sebelumnya tidak ada, dari perut ibunya, pastilah Dia mampu mengeluarkan manusia yang sudah meninggal dari perut bumi. Selain itu, ayat ini juga mengingatkan kita bahwa pada saat kita dilahirkan dari perut ibu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. bersamaan dengan itu, Allah menganugerahkan pendengaran, penglihatan dan hati sebagai bekal bagi kita untuk meraih pengetahuan. Dengan anugerah tersebut, seharusnya membuat kita menjadi bersyukur dengan menggunakan alat-alat tersebut sesuai dengan tujuan penganugerahan Allah kepada kita.[6]
3.      Surah al-Baqarah Ayat 30
Ayat ini memberikan perinatan kepada manusia akan awal perencanaan atas penciptaannya oleh Allah yang pernah disampaikan-Nya kepada malaikat. Dialog spiritual yang terjadi antara Allah dan malaikat oleh ulama’ salaf diterima begitu saja tanpa bertanya bagaimana peristiwa itu terjadi. Namun hal ini bukan berarti kita tidak boleh membahas apa yang terkandung dalam dialog itu untuk kita bisa ambil pelajarannya.[7] 
4.      Surah az-Zariyat Ayat 56
Allah menegaskan dalam ayat tersebut bahwa jin dan manusia diciptakan supaya menyebah da beribadah kepadaNya. Ibadah berarti menghambakan diri, tunduk, dan patuh kepada Allah swt. Lebih dari itu, ibadah mengandung pengertian yang sangat luas, yaitu seluruh ketaatan dan kesetiaan terhadap jukum Allah, baik ketaatan lahir maupun batin.[8]
5.3 Menerapkan perilaku sebagai kolifah dibumi sepeti terkandung dalam Q.S al-Mu’minun: 12-14, an-Nahl: 78, al-Baqarah: 30, az-Zariyat: 56
Q.S al-Mu’minun: 12-14 yaitu dengan menghayati dan memahami jati dirinya sendiri dalam menempatkan dirinya di tengah-tengah ciptaan yang lain sebagai kholifah.[9]
An-Nahl: 78: yaitu Allah dengan menganugerahkan pendengaran, penglihatan, dan hati sebagai bekal bagi kita untuk meraih pengetahuan. Dengan anugerah tersebut, seharusnya membat kita menjadi bersyukur dengan menggunakan alat-alat tersebt sesuai dengan tujuan penganugerahan Allah kepada kita. [10]
Al-Baqarah: 30: yaitu kekhalifahan mengharuskan makhluk yang diserahi tugas itu melaksanakan tugasnya sesuai dengan petuntuk Allah yang memberinya tugas dan wewenang. Kebijaksanaanyang tidak sesuai dengan kehendaknya adalah pelanggaran terhadap makna dan tugas khalifahan.[11]  
            Az-zariyat: 56:  yaitu yang merupakan tugas utama manusia adalah lebih luas dan komprehensif  daripada pelaksanaan simbol-simbol. Jelaslah bahwa kekhalifahan itu masuk dalam konsep ibadah. Dengan demikian, hakikat ibadah tercermin dalam masalah pokok berikut.
            Pertama, mengkokoh konsep penghambaan kepada Allah di dalam diri. Kedua, menghadapkan diri kepada Allah dengan seluruh gerak hati gerak anggota badan, dan gerak kehidupan. Melalui kedua hal itu, semuanya merupakan perwujudan tugas utama.[12]













BAB III
PEMBAHASAN
1.      Tujuan Mata Pelajaran Quran Hadis pada Madrasah Aliyah
Mata pelajaran Quran Hadis di Madrasah Aliyah bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut:
·         Menumbuhkan pengembangan Quran Hadis melalui pemberian, pengembangan, pengetahuan, penghayatan, pengalaman, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaanya kepada Allah SWT
·         Mewujudkan manusia untuk menjadi yang taat beragama dan beraklak mulia. 
2.      Ruang Lingkup Mata Pelajaran Quran Hadis pada Madrasah Aliyah
Ruang lingkup Quran Hadis di Madrasah meliputi ketentuan pengaturan hukum islam dalam menjaga keserasian, keselarasan, daan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT dan hubungan manusia dengan sesame manusia. Adapun ruang lingkup mata pelajaran Quran Hadis di Madrasah Aliyah meliputi: 
·         Memahami ayat-ayat Al-Quran tentang manusia dan tugasnya sebgai kholifah dibumi
·         Menerapkan perilaku sebagai kholifah di bumi
3.      Telaah Materi Quran Hadis Kelas X
a.       Aspek Materi
Dari landasan teori tentang SK-KD mata pelajaran Quran Hadis Madrasah Aliyah Kelas X semerter 1,  yang telah kami bahas diatas, kami dapat mengaksis diantaranya mengenai aspek materi.  
b.      Aspek Metode Pembelajaran
Mengusai metode dan bahan pembelajaran adalah mutlak diperlukan, karena hal tersebut adalah hal terpenting dalam pengajaran dan pembelajaran. Dengan cara yang paling efektif metode pembelajaran menggunakan  metode  demonstrasi.


BAB IV
PENUTUP


v  Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa keseluruhan materi mata pelajaran Qur’an Hadis sudah sesuai dengan SK dan KD. Yang terpenting dalam pembelajaran Al Qur’an Hadis, peran seorang guru sangat penting untuk menunjang keberhasilan siswa dalam menguasai materi yang ada. Serta dapat mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar dan baik untuk dijadikan pedoman hidup dan menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. 
v  Saran
Demikianlah makalah yang telah penulis sampaikan, semoga bermanfaat bagi semuapembaca. Penulis menyadari bahwa ini jauh dari sempurna. oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat menghasilkan karya yang lebih baik.










DAFTAR PUSTAKA

Ø  Maraghi, Mustafa. Tafsir al-maragi. Semarang: CV. Toha Putra Semarang
Ø  QUTHB, Sayyid. 2004. Tafsir fi Zhilalil-Quran dibawah naungan Al-quran jilid 11. Jakarta: Gema Insani
Ø  Shihab, M. Quraish. 2002. Tafsir Al-Misbah: pesan, kesan dan keserasian Al-Quran. Jakarta: Lentera Hati.


[1]  Ahmad Mustafa Al-Maraghi, Terjemah TafsirAl-Maraghi jilid 18, Semarang: Toha Putra, hlm10-11
[2] Ahmad Mustafa Al-Maraghi, Terjemah TafsirAl-Maraghi jilid  , Semarang: Toha Putra hlm: 207-208
[3] Ahmad Mustafa Al-Maraghi, Terjemah TafsirAl-Maraghi jilid 1, Semarang: Toha Putra, hlm: 130
[4] Sayyid qutbh, 2004, Tafsir fi Zhilalil-Quran dibawah naungan Al-quran jilid 11, jakarta: gema insani, hlm: 31-33
[5] Ahmad mustafa Al-Maraghi, jilid 18, op.cit. hlm: 12-13
[6] Ahmad Mustafa Al-maraghi, jilid ,op.cit, hlm: 211
[7] Ahmad Mustafa al-maraghi, jilid 1, op.cit. hlm: 130
[8] Sayyid qutbh, 2004, Tafsir fi Zhilalil-Quran dibawah naungan Al-quran jilid 11, jakarta: gema insani, hlm: 49
9 Sayyid qutbh, 2004, Tafsir fi Zhilalil-Quran dibawah naungan Al-quran jilid 8, jakarta: gema insani, hlm: 66

[10] Shihab, M. Quraish (vol,7), ibid, hlm: 302-304

[11] Shihab, M. Quraish, 2002. Op.cit, hlm: 142
[12] Sayyid qutbh, 2004, Tafsir fi Zhilalil-Quran dibawah naungan Al-quran jilid 11, jakarta: gema insani, hlm: 49

0 komentar:

Post a Comment

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Zudi Pranata. Powered by Blogger.
 
;